KOPI DAN AKADEMIS

KOPI DAN AKADEMIS


Foto secangkir Kopi Mandailing

Akademisi memandang kopi sebagai sumber inspirasi dalam dunia literasi, lambang keakraban sosial, penambah konsentrasi berfikir dan enerjik dalam tubuh. Berbeda dengan asumsi yang lain, contohnya kesehatan lebih cenderung mengkaji kandungan dalam kopi serta pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh manusia ataupun dalam dunia pekerjaan dan sebagsinya, tentu beragam. Meskipun demikian, akademi memang berfikir sampai disana tetapi cenderung mengedepankan logika, kontruksi budaya dan sosial-literasi.

Nah, dalam minggu ini, saya dan dua orang teman sempat berkeliling di daerah Baciro, Babarsari dan Mrican (Jogjakarta) untuk sekedar mencoba variasi kopi yang ditawarkan di tiap-tiap warung kopi. Memang beragam ada Kopi Luwak, Kopi Sumba, Kopi Mandailing, Bali Gintamani dan Aceh Gayo maupun jenis-jenis kopi modern lainnya yang variatif. Rasanya variatif dan khas lokal sebagai kekayaan Bangsa Indonesia yang patut di syukuri.

Kopi di cangkir putih di atas [contohnya] adalah jenis Kopi
Mandailing. Namanya sudah jelas dari Gayo, Aceh. Saya menemuinya di salah satu coffe di kawasan Babarsari malam ini. Rasanya sangat khas dan tentu mutunya original yang pas untuk di konsumsi oleh semua kalangan baik muda, tua, laki dan/atau wanita pada semua moment.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAKAI NAMA "UMBU" DAN "RAMBU" DI DEPAN NAMA HANYA BERHAK DIGUNAKAN OLEH KETURUNAN BANGSAWAN DI SUMBA TIMUR

KAMBURUNG, SNACK TRADISIONAL MASYARAKAT SUMBA

Para Umbu Ingkari Keumbuan